NEWS ALERT !!!  
09-12-2008 09:26 WIB
Bursa Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor
Birokrat-Nonbirokrat masih Disoal

CIBINONG – Muskab DPD KNPI Kabupaten Bogor berlangsung besok. Bursa ketua DPD KNPI meruncing pada dikotomi orang birokrat maupun nonbirokrat. Hal itu sudah terlihat setidaknya pada dua kandidat kuda hitam dari kubu berseberangan yang berencana maju menjadi ketua KNPI.

Direktur Eksekutif LSM P-Sigma Aminudin melempar bola dengan mengatakan, jika calon dari birokrat kembali memimpin organisasi pemuda terbesar itu, dipastikan KNPI hanya menjadi pagar ayu kekuasaan. “KNPI banyak kehilangan momentum dalam memberikan kritik pada Pemkab Bogor,” katanya.

Lantas, ia mencontohkan lemahnya kritik dari KNPI saat beberapa kali ada mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Bogor. “Selama terjadi mutasi, KNPI diam seribu bahasa. Saya tidak pernah dengar suara kritisnya,” ujarnya mengkritisi. Dia melihat ketua KNPI terdahulu masih canggung dan cenderung takut mengkritisi ketidakberesan mekanisme di tubuh Pemkab Bogor.

“Mungkin karena posisinya sebagai staf di dalam lembaga eksekutif. Jadi, walaupun sebagai raja di lingkup organisasi pemuda, tetap saja tak berdaya,” tambahnya.

Untuk itu, Aminudin yang juga ikut serta dalam bursa pemilihan melalui OKP HMI berharap ketua KNPI ke depan mampu menciptakan berbagai inovasi kegiatan. Dana yang cukup besar dari APBD, menurut dia, merupakan modal awal untuk membangun kegiatan kepemudaan positif.

“Jika perlu mendatangkan lebih banyak lagi pemasukan dana. Terpenting dana yang diperoleh berasal dari sumber yang halal dan tidak mengikat,” katanya.

DPD KNPI setiap tahunnya mendapatkan dana Rp500 juta yang berasal dari APBD Kabupaten Bogor. Dana sebesar itu untuk mendanai seluruh kegiatan KNPI selama satu tahun.

Sementara kandidat lain dari birokrat Yadi Mulyadi tak setuju dengan pendapat Aminudin. Ia menyatakan tidak masalah dari mana pun ketua KNPI berasal, baik dari birokrat maupun nonbirokrat. Menurut dia, KNPI Kabupaten Bogor akan maju jika ketuanya memiliki tanggung jawab moral sebagai pemuda.

“Pemuda sekarang kebanyakan mengikuti alur yang ada, tidak terlihat ciri khasnya. Ketua KNPI ke depan harus bisa menciptakan ciri khas itu,” kata Kepala Sekolah SMPN 2 Sukaraja ini.

Yadi yang dianggap kuda hitam ini dipastikan mencalonkan diri dengan didukung Ikatan Keluarga Besar Putra-Puteri Korpri (Ikapri). Track record-nya di birokrat Kabupaten Bogor, selain sebagai kepala sekolah, juga menjadi pengurus Bidang Pendidikan dan Penataran KONI Kabupaten Bogor dan Sekretaris Umum Persikabo.

Bila dirinya terpilih menjadi ketua KNPI, ia berjanji memberdayakan organisasi untuk memacu para pemuda melahirkan ide-ide cemerlang. KNPI Kabupaten Bogor akan dibawanya ke arah pengembangan pendidikan dan olahraga bagi para pemuda Kabupaten Bogor.(ndi)

“Masih banyak pemuda yang putus sekolah. Saya berharap KNPI bisa memberdayakan lembaga pendidikan nonformal, seperti kelompok belajar dan lembaga pendidikan masyarakat,” katanya. Walaupun berasal dari birokrat, Yudi yakin tidak akan ada intervensi eksekutif dalam menjalankan kepengurusan organisasi kepemudaan ini.(ndi)

(Redaksi)
Google
 
Berita Terkait
berita sebelumnya
04-01-2010 15:55 WIB
Warga Ancam Duduki Kantor Bupati
04-01-2010 15:54 WIB
Raudhatul Umah, Grup Kasidah yang Coba Bertahan (1)
04-01-2010 15:53 WIB
04-01-2010 15:53 WIB
04-01-2010 15:52 WIB
Pegawainya Mulai Kubu-kubuan
04-01-2010 12:16 WIB
04-01-2010 12:15 WIB
04-01-2010 12:15 WIB
04-01-2010 12:13 WIB
04-01-2010 12:12 WIB
Catatan Inspektorat Sepanjang 2009