NEWS ALERT !!!  
03-03-2009 08:29 WIB
Meninjau Aktivitas RSBI SMKN 1 Cibinong (1)
Walaupun Lokasi di Kampung, Pendidikan Tetap Adiluhung

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) masih terdengar asing di telinga warga Kabupaten Bogor. Demikian pula saat Bupati Rachmat Yasin mengukuhkan SMKN 1 Cibinong sebagai RSBI. Perlu perjuangan ekstra keras untuk menjadi sekolah yang memiliki kurikulum internasional. Apa saja? 

SEMANGAT siswa dan guru SMKN 1 tampak saat pengukuhan sekolah yang berlokasi di Kelurahan Karedenan Kecamatan Cibinong sebagai sekolah RSBI oleh Bupati Bogor Rachmat Yasin beberapa waktu lalu. Sebelumnya, para pejabat dan tamu undangan dibuat terpukau oleh kemampuan para siswa menyambut kedatangan bupati menggunakan ragam bahasa. Mulai dari bahasa indonesia, bahasa sunda, bahasa inggris, sampai bahasa cina.
 
Usai penandatanganan, bupati dan pejabat berkesempatan berkeliling sekolah yang seluruhnya sudah menjadi kelas RSBI. Beberapa siswa dengan cekatan memamerkan kemampuannya mengerjakan berbagai pekerjaan teknis, seperti bidang perkayuan dan otomotif.
 
Kepala Dinas Pendidikan M Lukman mengatakan sekolah yang ingin dicap menjadi RSBI bukan perkara gampang. Sebelumnya, disdik telah mengajukan beberapa SMK dan SMP untuk menjadi RSBI. Setelah pemerintah pusat melakukan pengkajian, terpilihlah SMKN 1 Cibinong.
 
Penilaiannya, lanjut Lukman, dimulai dari situasi kondisi sarana dan prasarana sekolah, sampai kualitas guru. SMKN 1 Cibinong terpilih lantaran sekolah yang telah membawa siswanya berprestasi itu mampu mencetak anak didik yang berkualitas. Salah satu syaratnya, rata-rata nilai kelulusan siswa adalah 7.

Sementara rata-rata nilai Bahasa Inggris siswa SMKN 1 Cibinong 7,8, Bahasa Indonesia 7,6 dan Matematika di atas 7,8. Sekolah ini juga berhasil meraih peringkat hasil Ujian Nasional (UN) tertinggi ketiga tingkat nasional.
 
Saking banyaknya pencapaian prestasi itu, Bupati Rachmat Yasin tak pelit memberikan pujian. Adanya RSBI di Kabupaten Bogor sekaligus bukti bahwa pendidikan yang berkualitas bukan monopoli orang kota. ''Sekolah di kampung saja bisa RSBI,'' ujarnya.
 
Untuk mendukung program ini, ia minta disdik menyekolahkan para guru secara berjenjang agar seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan. Bupati memberi lampu hijau agar pemda memberi bantuan bagi program RSBI. Disdik pun berencana mengajukan anggaran untuk membantu pelaksanaan program RSBI pada APBD Perubahan atau APBD 2010. (*)

(RATNA KARTIKA)
Google
 
Berita Terkait
berita sebelumnya
04-01-2010 15:55 WIB
Warga Ancam Duduki Kantor Bupati
04-01-2010 15:54 WIB
Raudhatul Umah, Grup Kasidah yang Coba Bertahan (1)
04-01-2010 15:53 WIB
04-01-2010 15:53 WIB
04-01-2010 15:52 WIB
Pegawainya Mulai Kubu-kubuan
04-01-2010 12:16 WIB
04-01-2010 12:15 WIB
04-01-2010 12:15 WIB
04-01-2010 12:13 WIB
04-01-2010 12:12 WIB
Catatan Inspektorat Sepanjang 2009