Senin, 31 Desember 2012 , 08:57:00
 
BOGOR–Permintaan alat kon trasepsi jenis kondom di ka wasan Puncak, meningkat tajam. Para wisatawan kesulitan mendapatkan kondom untuk persiapan merayakan malam pergantian tahun. Sejak libur akhir pekan kemarin, beberapa minimarket mengaku kehabisan stok kondom.
Sales kondom “Durex” yang sehari-harinya beroperasi di kawasan Puncak, Siska Tami (34) mengatakan, permintaan alat kontrasepsi di Puncak meningkat tajam karena melonjaknya kunjungan wisatawan ke kawasan sejuk itu sejak Jumat (28/12).
Biasanya, kata dia, setiap bulan omzet penjualan kondom di kawasan Puncak, hanya berkisar antara Rp30-35 juta. Namun, memasuki Desember ada kenaikan penjualan sekitar 30 persen. “Bulan ini omzetnya sekitar Rp40 juta,” ujar Siska kepada Radar Bogor, kemarin.
Siska menuturkan, minimarket dan apotek di sekitar Puncak Pass atau Kawasan Gunung Mas yang paling banyak memesan kondom.
“Paling banyak kita drop ke minimarket di pinggir jalan kawasan Puncak, ada juga ke Apotek Barkah di Cisarua. Tapi pesanan terbesar di Gunung Mas dan Puncak Pass,” terangnya.
Kawasan Gunung Mas dan Puncak Pass memang sering dimanfaatkan para pekerja seks komersial (PSK) untuk menjajakan diri. Pasalnya, di kawasan ini udaranya cukup dingin dan panorama alamnya cukup indah, sehingga banyak dikunjungi wisatawan.
“Menjelang libur panjang seperti ini, jumlah PSK mengalami penambahan,” ujar Kepala Desa Tugu Utara, Jajat Sudrajat, kemarin.
Tak hanya PSK, beberapa mudamudi pun acap memanfaatkan Puncak sebagai arena mesum. Sebab, tarif kamar di kawasan ini relatif terjangkau. Mereka cukup merogoh kocek Rp100-Rp500 ribu untuk mendapatkan kamar.
“Ya, perlu dimaklumi juga, kawasan wisata selalu identik dengan tempat hiburan. Terlebih Puncak banyak menawarkan penginapan,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Dace Supriyadi.(yus)
|