REDAM EMOSI:Kapolres Bogor AKBP Tomex Korniawan (kiri berseragam) menenangkan massa yang nyaris terlibat bentrok di Kampung Cikeasilir, Desa Ciangsana, RT 01/02, Kecamatan Gunungputri, kemarin.
GUNUNGPUTRI - Kericuhan kembali terjadi di wilayah timur Kabupaten Bogor. Sebelumnya, terjadi bentrokan Satpol PP dengan warga saat eksekusi pembongkaran rumah ibadah di Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, RT 01/04, Kampung Bakom, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (19/7). Kemarin, dua organisasi massa yakni Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKBB) nyaris bentrok dengan Pemuda Panca Marga (PPM) di Kampung Cikeasilir, Desa Ciangsana, RT 01/02, Kecamatan Gunungputri. Beruntung berkat kesigapan polisi, tindakan anarkis bisa dihindarkan.
Informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal saat sedikitnya 500 massa dari BPPKBB hendak memagar tanah yang diklaim milik Triana Indrawati. Sebelumnya, perwakilan BPPKBB Budi Anggoro mendapat surat kuasa dari Triana Indrawati pada 13 Juli 2010.
Pemagaran tanah seluas 3,4 hektare ini mendapatkan perlawanan dari warga sekitar dan sedikitnya seratus anggota PPM. Beberapa kaum ibu berteriak menentang keras pemagaran atas tanah tersebut. Cekcok antara ibu-ibu dengan anggota BPPKBB yang hendak memagar tak bisa dihindari lagi. ‘’Tanah ini garapan warga, tak boleh dipagari,’’ kata Fani (30), salah satu warga Cikeasilir.
Melihat aksi beberapa ibu yang mendekati anggota BPPKBB, polisi mencegah mereka (ibu-ibu tersebut, red) agar tak merangsek ke barisan BPPKBB. Tepat pukul 16:00, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor datang ke lokasi dan melakukan pertemuan antara kedua belah pihak guna melakukan pengukuran dan pendataan yang difasilitasi polisi. Tepat pukul 18:00, kedua belah pihak, baik warga dan PPM serta BPPKBB membubarkan diri setelah Kapolres Bogor Tomex Korniawan mengimbau semuanya untuk tertib meninggalkan lokasi.
”Setelah tadi pengukuran, besok BPN bakal mengecek lagi untuk melihat sejauh mana keabsahan kepemilikan tanah dari kedua belah pihak,” kata AKBP Tomex Korniawan.
Rencananya, hari ini kedua belah pihak melakukan musyawarah guna menentukan batas dan kepemilikan tanah.
Ketegangan sengketa tanah ini sempat terjadi pada Senin (26/7). Ratusan warga penggarap bersama PPM sudah berada di lokasi untuk menolak pemagaran tanah tersebut oleh pihak Triana Indrawati yang juga mengklaim lahan tersebut. (ico)